Khyalan Kami Tentang Perkembangan Teknologi di Masa Depan

oleh Karedokanget.

Berkhayal lah seluas biru langit. Berpikir lah sedalam biru laut. -- Slank Dance

Kutipan lirik lagu Slank diatas telah menginspirasi kami untuk menulis dan mengembangkan khayalan kami akan perkembangan teknologi di masa depan. Tentu tidak sulit memang. Untuk berimajinasi dengan tiada batas, kita tidak perlu mengeluarkan banyak pengorbanan untuk itu. Seseuatu yang murah, seperti menghirup udara.

Juga tidak ada yang salah dari bermimpi. Bahkan seorang yang biasa kami sebut "guru" pernah berkata bahwa manusia yang tidak mempunyai mimpi adalah manusia yang telah "mati". Mati disini bisa berarti luas, bisa mati dalam arti harfiah, bisa juga berati metafora. Bahkan perusahaan Honda yang didirikan oleh Soichiro Honda berawal dari sebuah mimpi dan khayalannya yang tinggi yang saat itu memang dianggap tabu oleh orang-orang. Tapi ia berhasil membuktikan kekuatan mimpi-mimpinya itu. Tidak aneh jika kutipan terkenalnya "The Power Of Dreams" sampai saat ini terdengar lazim di telinga kita. Baiklah, daripada kita menghabiskan waktu untuk larut dalam sebuah mukadimah, lebih baik kalian simak tulisan kami tentang khayalan akan masa depan dalam genggaman kemajuan teknologi. Chek it out!

Perkembangan manusia satu abad terakhir memang mengejutkan jika dibandingkan dengan di era-era sebelumnya.  Ledakan teknologi dalam satu abad terakhir dapat digolongkan sebagai salah satu pencapaian besar umat manusia. Ini suatu hal yang mengagumkan, mengingat bahwa manusia baru mulai menggunakan api sebagai alat kurang lebih 2 juta tahun yang lalu dan sekarang, manusia bahkan sudah bisa menciptakan api di segala macam tempat (jika kondisi dan alat mendukung). Salah satu kemampuan yang membuat manusia menjadi seperti ini adalah kemampuan adaptasi. 

Tetapi tidak hanya adaptasi semata yang mendorong terjadinya penemuan, inovasi dan pengembangan teknologi, namun  juga visi. Berkhayal, kemampuan membayangkan sesuatu yang tidak ada atau belum ada, hal ini juga yang berperan besar dalam proses penemuan, inovasi dan pengembangan teknologi. Dari yang semula hanya ide, bisa saja menjadi kenyataan. Tidak semua spesies dapat melakukan itu dan manusia adalah salah satu yang bisa. 

Selama ini kita masih disuguhkan oleh banyak perusahaan teknologi komunikasi dengan berbagai produknya yang mampu menunjukkan kecanggihannya untuk dapat melalakukan serangkaian banyak fungsi. Hanya dalam satu alat, kita dapat melakukan banyak hal, entah itu  bermain game, menelepon, menerima dan mengirim pesan singkat, menonton tv, mendengarkan radio,  hingga diintegrasikan dengan GPS. 

Tapi secara tak terkendali, seperti tercandu, alam sadar kita selalu berpikir tentang evolusi suatu alat komunikasi modern tersebut dari bentuk yang terlalu banyak memakan ruang, hingga meminimalisasi bahkan menghilangkan ruang yang dibutuhkan untuk pengoperasiannya. 
Tentu kita masih ingat pertama kali komputer ditemukan oleh penemunya yang jika kalian ingin tahu siapa, silahkan mencari sendiri di google.com (jangan malas). Yang jelas, komputer pada saat itu sampai memakan tempat sebesar ruangan keluarga untuk dapat beroperasi. Tapi sekarang, komputer tidak perlu menghabiskan ruangan sebesar itu untuk beroperasi. Saat ini sudah ada komputer sekecil dompet (atau bahkan yang lebih kecil lagi) yang bisa dimasukan ke dalam saku pakaian. 

Sekarang kami akan mengajak Anda membayangkan bagaimana perkembangan teknologi di tahun 2020-an atau kurang lebih, satu dekade yang akan datang. Karena kami tinggal di Indonesia, maka kami akan mengambil Indonesia sebagai setting lokasinya. 
Tahun 2020, kami membayangkan seraya berharap kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta (dan BODETABEK), Bandung, Semarang, Medan, Makassar dan Yogyakarta, sudah mempunyai koneksi internet wireless yang wilayahnya mencakup kota dan kabupaten. Sistem pembayarannya adalah melalui pajak dan pemilik dari penyedia layanan internet (ISP) tersebut adalah negara (bukan lagi korporat swata apalagi asing). 

Infrastruktur ini mendukung hampir semua elemen masyarakat dalam kegiatannya masing-masing. Yang banyak diuntungkan adalah kalangan pekerja kerah putih dan para akademisi. Kegiatan perkantoran semakin dimudahkan dengan adanya koneksi yang tidak pernah putus tersebut, transaksi tidak lagi terhalang waktu. Internet banking dan mobile banking pada saat itu sudah merupakan hal yang lumrah, tadak seperti saat ini yang masih harus dilakukan iklan dalam penyuluhan penggunaanya secara massal. 

Kegiatan belajar mengajar pun semakin interaktif, guru atau dosen dapat langsung mengambil contoh di internet. Untuk anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar, guru dapat melakukan streaming video yang mendukung mata pelajaran yang sedang diterangkan. Alat presentasi di kelas pun tidak lagi menggunakan OHP yang menggunakan kertas transparansi, tapi menggunakan notebook atau laptop yang menggunakan layar sentuh, presentasi pun menjadi semakin interaktif. 

Arus berita di era ini pun semakin deras. Di era ini, tolak ukurnya adalah menit, bahkan jika peristiwanya teramat penting, ukurannya adalah detik. Karena infrastrukturnya sudah mendukung, maka orang yang kurang suka membaca tidak lagi membeli koran, tetapi berlangganan feed dari situs media online yang bisa diakses kapan saja. Di era ini juga sudah terdapat koran plastik yang otomatis mengunduh berita terkini. Tentu saja layanan ini berbayar dan pembayarannya dilakukan secara online. 

Telepon umum pun kembali dihidupkan oleh pemerintah. Tapi kali ini tidak menggunakan uang koin ataupun kartu, tetapi menggunakan jaringan internet dan identifikasi tanda pengenal diri yang akan secara otomatis membayar tagihan telepon umum tersebut. Tanda pengenal diri kami maksud bukan KTP, bukan juga kartu identitas lain yang berbentuk kartu. Tapi tanda pengenal yang kami maksud disini adalah sebuah micro chip yang ditanam di tubuh manusia.

****Gambar Ini Hanya Ilustrasi

Jika Anda belum bisa membayangkan bagaimana bentuknya, cobalah browsing di internet atau lihatlah sirkuit pada alat kelistrikan apapun. Jika sudah, coba bayangkan jika sirkuit tersebut seukuran dengan sebutir beras. Chip ini merupakan tanda pengenal yang khas dan hampir tidak bisa disamai oleh orang lain. Benda ini mempunyai nomer seri yang khas berupa susunan karakter dan serial tersebut bersama sang pemilik hingga akhir hayatnya. 

Benda ini nantinya akan mengandung informasi tentang Anda: data diri Anda, nomer rekening, atau bahkan curriculum vitae Anda. Alat ini tidak wajib dimiliki oleh semua orang, tetapi penggunanya banyak karena terdapat berbagai variasi harga, tergantung fungsi dan fiturnya. Alat ini juga disertai dengan remote, untuk mengatur kegunaannya dan agar alat ini dapat dikontrol sesuai dengan kemauan pemiliknya. Remote ini juga yang mengatur contact list jika kita sudah melakukan add as friend kepada chip  orang lain, semacam messenger pada handphone. Kita bisa mengetik pesan kita melalui remote tersebut. 

****Gambar Ini Hanya Ilustrasi

Chip ini dapat dipasang di tangan dan area sekitar kepala. Jika dipasang di tangan, kegunannya adalah untuk melakukan transaksi (yang memungkinkan teknologi ini) dan jika dipasang di kepala, dapat berfungsi sebagai alat terapi medis, GPS dan radio (terdapat lagi alat tambahan berupa headset wireless). 

Alat ini akan sangat membantu tuna rungu dalam berkomunikasi, karena mempunyai fitur headset wireless dan harganya bervariasi. Chip beserta headsetnya bekerja sebagai penangkap sinyal yang ada dalam udara, remote yang menyertainya juga dapat mengatur volumenya dan jika ingin tidur, pengguna dapat sementara mematikan alat tersebut. 

Bahkan, beberapa varian yang berharga diatas rata-rata tidak memerlukan headset lagi karena sudah disertai dengan built-in micro receiver yang berhubungan langsung dengan gendang telinga dan menyertakan built-in micro speaker untuk berbicara. Biasanya, pengguna varian ini adalah kelas menengah-atas, kalangan militer dan intelejen. 

Namun seiring waktu, makin banyak pengguna chip “mewah” tersebut dan tujuannya pun tidak seserius militer serta intelejen. Seperti layaknya smartphone di era ini, chip mewah ini juga menjadi komoditi yang laris manis bak kacang goreng. Kalangan professional menggunakannya untuk bertransaksi dan lobby. Anak-anak muda tidak lagi mengetik pesan melalui remote, tetapi melakukan pembicaraan melalui receiver dan speaker. Alat ini pun dapat diintegrasikan dengan mp3 player. 

Media elektronik radio pun mulai bangkit kembali dan mulai ambil bagian yang cukup besar lagi dalam kancah industri media massa. Karena varian chip mewah tersebut dapat menerima sinyal radio maupun satelit, maka radio pun kembali mengudara dan industri media massa radio pun kembali menjadi salah satu garda depan. Banyak orang yang menggunakan chip ini lebih memilih radio dariapada koran online untuk mendengarkan berita. 

****Gambar Ini Hanya Ilustrasi

Dari sisi ekonomi adanya teknologi ini membantu pertumbuhan ekonomi karena persuasi terhadap klien bisa dilakukan tanpa harus memikirkan tagihan yang berlebih dan arus berita pun bisa diakses selama radio mengudara. Jadi, para professional tahu kapan harus mengambil keputusan ekonomi yang tepat. Sisi pertahanan dan keamanan pun semakin terbantu dengan adanya teknologi ini, sektor intelejen adalah salah satu yang paling diuntungkan karena arus komunikasi semakin sulit terlacak. 

Tapi teknologi ini bukan tanpa cela. Terlalu keranjingan mendengarkan radio dan berbincang menyebabkan banyak anak muda, baik mahasiswa ataupun siswa, tidak fokus sewaktu di kelas. Bukan tidak mungkin sekolah-sekolah akan melarang penggunaan alat ini sewaktu kegiatan belajar mengajar. Dan juga akan terjadi banyak fenomena “asyik sendiri” dalam lingkup sosial, hal ini juga disebabkan karena teknologi built-in micro speaker tadi. 

Chip ini pun bukan alat yang didesain untuk bertahan lama. Karena ditanam di dalam tubuh manusia dan harus mempunyai radiasi dalam tingkat yang paling minimum, maka alat ini pun harus selalu diperbaharui untuk menghindari kerusakan internal dalam tubuh. Karena menjadi komoditi yang laku keras, akan banyak pengguna yang terus membeli chip terbaru agar terus update dengan tren. Hal ini juga akan mendorong hasrat konsumerisme masyarakat agar terus berbelanja.

Dalam sisi politik, alat ini dapat menjadi pisau bermata 2, di satu sisi dapat melacak dan menemukan buronan sekelas koruptor yang hilang melarikan diri, namun di sisi lain, pemerintah pun bisa saja melacak individu-individu tertentu untuk kepentingan politik pihak tertentu. Jika situasinya seperti ini, privasi individu bisa jadi akan semakin terkikis. Bila pemakaiannya semakin tidak terkendali, bukan tidak mungkin banyak penyakit baru yang disebabkan oleh radiasi. 

Teknologi ini bukan tidak mungkin, sudah banyak pengaplikasiannya pada binatang langka, untuk memonitor pergerakannya, bahkan sebuah klub malam di Barcelona, Spanyol, menawarkan jasa chip implant kepada pengunjung VIP agar tidak lagi kerepotan untuk masuk. Manusia harus lebih cermat lagi dalam menimbang dan mempelajari fitur yang disediakan teknologi ini, agar manusia tidak dikontrol oleh teknologi yang mereka ciptakan.

Coming Soon , Nokia X6: Spesialis Download Musik.

Oleh Nadi Tirta Pradesha (210110080327)

Rasanya bohong jika ada individu yang tidak memiliki keinginan untuk berkomunikasi secara jarak jauh, karena ingin tercapainya kebutuhan ini pula banyak ditemukan teknologi yang memudahkan manusia melakukan telekomunikasi. Berawal hanya dari metode berkirim surat, siapa sangka ledakan teknologi telekomunikasi begitu dahsyatnya di era ini. Malah jadi muncul kesan bahwa dengan adanya teknologi telekomunikasi yang paling mutakhir yaitu internet, yang berada di sekitar malah justru terabaikan.




Sejak booming handphone terjadi di Indonesia, jika seseorang tidak memiliki salah satu gadget yang paling dinamis ini akan terasa seperti kehilangan anggota tubuh. Tidak berlebihan, kadang kita justru lebih ingat untuk membawa handphone daripada mematikan api kompor atau mengunci pintu rumah.


Nah, ledakan kebutuhan akan handphone ini sepertinya dimanfaatkan dengan baik oleh Nokia. Produsen asal Finlandia ini jeli melihat pasar Indonesia dan dampaknya adalah hingga sekarang, handphone masih identik dengan Nokia. Hegemoninya belum luntur walau diserbu berbagai smartphone, PDA phone dan handphone jenis lainnya.

Konsisten dengan varian khusus dengan fitur musik, Nokia kembali akan merilis handphone musik yang bernama X6 edisi "Comes With Music." Dengan kapasitas memori bawaan 16 GB, handphone ini diklaim pihak Nokia dapat mengunduh lagu sebanyak 3 juta lagu baik dari artis internasional maupun nasional selama periode satu tahun secara cuma-cuma. Jika dihitung-hitung, maka totalnya adalah kira-kira sebanyak membeli 300 album. Berikut pernyataan Bob McDougall selaku Country Manager dari Nokia Indonesia, seperti yang dikutip dari Kompas Tekno:


"Dengan Nokia X6 Comes With Music kita bisa mendownload lebih dari tiga juta lagu secara gratis, lagu apapun, kapanpun, dan di manapun. Bayangkan 3 juta lagu, kira-kira sama dengan 300 album. Kalau kita membeli 300 album, kita sudah mengeluarkan 15 miliar rupiah."


Handphone yang dibanderol seharga Rp.4,5 juta ini bukan tanpa kelemahan. Buktinya, fasilitas mengunduh secara cuma-cuma itu hanya tersedia selama satu tahun. Selebihnya akan dikenakan biaya untuk menguduh. Dan, layar touch screen yang dipakai pun tidak luput dari cacat. Cuaca Indonesia yang sering hujan pun merupakan salah satu musuh utama layar tipe ini. Jika tidak hati-hati merawat, bukan tidak mungkin organ dalam dan layarnya pun bisa "jamuran" terpapar air hujan dan sinar matahari.


Yang harus diperhatikan juga adalah dampak atau perubahan yang timbul dari perkembangan teknologi komunikasi . Menurut M. Rogers, ada 3 dampak. Seperti yang sudah dijelaskan rekan saya diatas, ada dampak interactivity, demassified dan asynchronus.


Dalam dampak interactivity, sudah jelas hal ini terdapat di teknologi ini. Handphone memang dapat menghubungkan satu individu dengan yang lainnya dengan hampir tanpa hambatan. Walaupun tetap saja teknologi ini hanya merupakan penyampai pesan yang tidak bisa menyampaikan hal-hal seperti gestur dan mimik muka seperti pada saat bertatap muka langsung.


Untuk dampak demassified, gadget ini akan menyita perhatian pemiliknya dengan fasilitas unduhan gratis tersebut. Pengguna memiliki kemungkinan sangat besar untuk tidak lagi membeli CD bajakan, CD asli atau bahkan berhenti menggunakan iPod (atau gadget sejenis) berikut iTunes Storenya.


Dampak asynchronus juga akan terlihat. Fasilitas mengunduh gratis memang akan memunculkan iklan kepada penggunanya secara serempak ataupun tidak. Pesan-pesan dari sponsor pun akan semakin gencar walaupun tidak dilakukan secara serempak kepada pengguna gadget ini.





referensi: http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/03/25/16435419/nokia.x6.comes.with.music.dibanderol.rp.45.juta

Chatting Dan Video Call di TV Dengan Skype


Oleh Achmad Zahid (210110080048)

Siapa tak kenal teknologi instant messenger di komputer saat ini? Bahkan teknologi ini sudah menjamur pula pada handphone-handphone. Dengan aplikasi seperti E-Buddy, Yahoo Messenger, Skype, atau lainnya yang di integrasikan pada perangkat keras, kita bisa bertukar pesan secara instan dengan orang di seberang benua sekalipun. Ditambah lagi dengan fitur webcam/video call pada komputer yang memungkinkan kita bisa secara langsung melihat lawan bicara kita, teknologi instant messenger saat ini seperti menjadi sebuah alternatif pertemuan dalam hubungan long distance.

Untuk itu, ada kabar gembira bagi Anda sekalian yang sudah atau akan menjadikan program-program instant messenger atau video converence sebagai kebutuhan hidup. Saat ini Skype sudah membuat terobosan baru dalam dunia interaksi dan pertukaran pesan. Perusahaan telepon internet ini menawarkan aplikasinya di integrasikan pada televisi di ruangan keluarga Anda. Jadi, kini Anda bisa bertemu dan bercengkerama dengan anggota keluarga yang berada jauh di wilayah lain secara face to face dengan hanya menggunakan televisi di ruangan keluarga (tentunya dengan koneksi internet juga yaaa!). Dengan ini, Anda tidak perlu merasa rindu dan khawatir pada orang yang Anda sayangi namun keberadaannya jauh di seberang benua.

Dengan kualitas HD atau high definition, Anda tidak perlu khawatir dengan kualitas gambar yang disajikan. Skype telah mendukung programnya dijalankan pada televisi HD. Selain itu, keunggulan yang ditawarkan produk ini adalah, biaya atau tarif yang dikenakan bisa dibilang terjangkau. Bahkan, untuk interaksi dari Skype ke Skype berlaku tanpa tarif atau gratis, coy!

Eiiiits,,,tapi tunggu dulu, selain keunggulan-keunggulan yang sudah dipaparkan barusan, jelas tidaklah berimbang jika saya tidak memaparkan juga kekurangan dari teknologi ini. Teknologi ini bisa dikatakan mempunyai sedikit kekurangan. Diantaranya adalah baru bisa digunakan hanya pada merk dan tipe televisi tertentu yang sudah terdapat webcam-nya dan bekerjasama dengan Skype sehingga terintegrasi dengan perangkat lunaknya. Diantaranya adalah televisi merk LG, Samsung dan Panasonic seri terbaru.

Selain dari kelebihan dan kekurangan, dampak atau perubahan yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi ini akan saya bahas juga disini. Jika menurut ahli teknologi komunikasi, M.Rogers, dampak atau perubahan yang timbul dari perkembangan teknologi komunikasi mempunyai 3 kategori. Yang pertama adalah interactifity, yang kedua dismassified, dan yang terakhir asynchronous.

Menurut Rogers, Interactifity adalah kemampuan sistem komunikasi baru (yang bisanya menggunakan komputer sebagai komponennya) yang mana pengguna biasanya terdiri dari individu-individu terlibat dalam sebuah percakapan. Jadi, dampak interactifity yang timbul akibat teknologi ini adalah memudahkan kita berinteraksi mengguanakan simbol simbol verbal maupun nonverbal secara face to face dengan orang lain yang berada jauh di wilayah lain.

Dismassified adalah sebuah perubahan dari penggunaan secara masal teknologi komunikasi menjadi penggunaan secara individual. Maksudnya adalah dengan adanya teknologi Skype pada televisi ini, para user atau pengguna televisi akan semakin terbagi perhatiannya atau semakin selektif memilih fitur dan channel yang ada pada televisi. Seperti contoh, pada awal perkembangan televisi, kita hanya disajikan satu channel saja dan mau tidak mau kita hanya bisa menonton saluran tersebut saja (sehingga penggunaannya masih massal). Tapi seiring waktu, channel-channel lain mulai lahir dan bermunculan. Hal ini menyebabkan perhatian dan minat kita terbagi ke berbagai channel lain tersebut (sehingga penggunaannya menjadi indivudual). Dengan demikian, lahirnya Skype pada televisi kita jadi membuat kita semakin aktif dan selektif menggunakan fungsi televisi yang sebenarnya. 

Asynchronous adalah proses komunikasi massa yang memiliki unsur keserempakan tidak lagi berlaku di era interaktif. Dalam hal ini, munculnya teknologi Skype pada televisi akan membuat peran televisi sebagai media massa yang menyampaikan pesan secara massal dan serempak akan berkurang. Karena, perhatian user televisi sendiri akan terbagi pada penggunaan Skype pada televisi . Contohnya, saat semua channel di televisi sedang menyiarkan breaking news tentang suatu kejadian penting, para pengguna Skype pada televisi tentu tidak akan mengetahui kabar tersebut, karena sedang asik ber-skype-an ria. Nah itulah yang disebut perubahan asynchronous CMIIW (correct me if i wrong).


Oke, sekian pembahasan kali ini! Buat kamu-kamu yang  bakal kangen sama tulisan-tulisan saya, ga usah panik gitu dong. Tenang aja, nanti saya akan kembali lagi dengan tulisan-tulisan yang akan mengobati rasa kerinduan tersebut! Tapi, jangan tanya yah topiknya apa,  soalnya kan tergantung bapak dosen nyuruh nulisnya apa. hehehe...


Referensi:
http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/03/25/14095368/skype.tawarkan.chatting.lewat.tv